Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, pihaknya terus melakukan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1442H/2021M meski sampai hari ini belum ada kepastian terkait penyelenggaraan haji dari otoritas Arab Saudi. Menurut Yaqut, persiapan terus dilakukan Kementerian Agama ( Kemenag) mengingat waktu pelaksanaan ibadah haji semakin mendekat. "Mengingat ruang lingkup pelayanan penyelenggaraan ibadah haji yang begitu luas, maka waktu yang tersisa sangat terbatas, sehingga berbagai persiapan harus segera dilakukan," kata Yaqut dilansir dari laman resmi Kemenag, Rabu (20/1/2021).
 
Selain itu, Kemenag juga mengaku sudah membentuk tim manajemen krisis haji dalam rangka mempersiapkan rencana mitigasi masalah dalam penyelenggaraan ibadah haji. Tim tersebut diketuai oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Oman Fathurahman. Menag Yaqut Cholil dan Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi menjabat sebagai pengarah tim manajemen krisis.
 
Tim tersebut beranggotakan pejabat eselon II Ditjen PHU serta sejumlah personil yang berpengalaman dalam pelaksanaan manajemen krisis penyelenggaraan haji 1436H/2015 dan 1441H/2020M. "Kerja serius layani umat. Tim ini adalah bentuk keseriusan Kemenag dalam melayani umat, sekaligus menjalankan amanat undang-undang," ujarnya.
 
Yaqut menggarisbawahi tiga hal yang harus menjadi perhatian tim manajemen krisis ini, yang pertama adalah komunikasi, termasuk dengan jemaah agar bisa memahami kemauan mereka. Kemudian, lakukan kolaborasi. Menurut dia, tim tidak boleh mengedepankan egoisme apalagi terjebak pada ego sektoral. Sedangkan, yang terakhir adalah tim manajemen krisis harus kreatif.
 
Yaqut pun berharap, tim dapat melakukan kajian secara detail mulai dari skenario penyelenggaraan, konsekuensi dari setiap pilihan juga dibahas. "Hal-hal seperti ini juga perlu dirumuskan tim krisis sebagai bahan pengambilan keputusan," tuturnya. "Ini benar benar harus dikawal hingga mendapat hasil terbaik, cepat, akurat, dan bisa segera disosialisaikan ke masyarakat. Baktikan waktu dan tenaga tim untuk melayani jemaah haji," ucap dia.

sumber: kompas.com