Jakarta - Kementerian Agama telah menetapkan besar biaya umrah saat pandemi COVID-19 bagi para calon jamaah. Aturan ini menjadi referensi bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) uang menyediakan layanan tersebut.

"Menetapkan Besaran Biaya Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah Referensi (BPPIU Referensi) masa pandemi sebesar Rp 26.000.000,00 (dua puluh enak juta Rupiah)," tulis Kemenag dalam Keputusan Menteri agama atau KMA nomor 777 tahun 2020.

Daftar Umroh Exclusive klik https://cahayakabah.com/listings/umroh-exclusive-6q7zo2brd3

Besar biaya umrah saat pandemi terdiri atas beberapa komponen. Pos pembiayaan tersebut berkaitan langsung dengan pelayanan dan kehidupan jamaah selama menunaikan ibadah umroh. 

Penetapan biaya umroh saat pandemi sebesar Rp 26 juta dalam BPPIU Referensi ikut mempertimbangkan usaha pencegahan COVID-19. Dalam KMA 777 tahun 2020 dijelaskan, BPPIU Referensi sesuai standar pelayanan minimal, protokol pencegahan, dan penanganan COVID-19. 
 
Daftar Haji Khusus Tanpa Antri klik link ini https://cahayakabah.com/listings/haji-mujamalah-haji-tanpa-antri-1ovexxrdp9 

Kemenag dalam aturan tersebut juga mengingatkan PPIU yang menetapkan biaya umroh saat pandemi kurang dari Rp 26 juta. Pemerintah tidak langsung menetapkan sanksi pada PPIU tersebut.

"Dalam hal PPIU menetapkan BPPIU di bawah besaran BPPIU Referensi, PPIU wajib melaporkan secara tertulis kepada Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh," tulis KMA nomor 777 tahun 2020 tersebut.

Aturan biaya umrah saat pandemi sebesar Rp 26 juta menjadi pedoman pemerintah dalam melakukan pengawasan dan pengendalian pada PPIU. Pengawasan memastikan jamaah umroh mendapatkan pelayanan sesuai standar minimal dan sesuai protokol kesehatan. 


sumber.travel.detik.com